Monday, July 18, 2011

Salahkan siapa

Jangan merasa selalu benar karena terkadang kita tak mau mengakui sesuatu hal yang menyebabkan kita malu. Tak lupa jangan lupa menyalah diri sendiri. Karena terkadang yang salah membawa kita ke jalan yang benar. Kemarin sore contohnya mungkin Mas Hendra sudah dongkol sama aku karena aku tak memberikan kontribusi yang besar buat perkembangan robot smp muhammadiyah 4. Aku pun sudah dongkol karena mas hendra kayaknya sudah tidak tahan dengan partner yang tidak bisa diandalkan sebaik mungkin. Maka dari itu aku hanya bersabar, sempat aku berpikir bahwa yang disalahkan siapa sebenarnya karena aku sendiri takut akan segala hal yang dapat merugikan teman sendiri tapi tak apalah mending aku menyalah diri sendiri. Setelah kupikir sebaik mungkin perlu introspeksi diri sendiri agar aku mampu memahami jalan pikiran mas Hendra sendiri. Terlalu lama dalam kubangan kesalahan membuatku berpikir. Bahwa tak ada yang harus disalahkan tetapi yang harus dicari yang benar adalah solusi untuk kita cari hal yang benar dan dapat memperbaiki hal yang salah mengapa karena tak semua dari kita mampu menyadari akan keterbatasan kita dalam mengahadapi suatu perkara. Berpikir dewasa sangat diperlukan ? mengapa karena tak ayal kita sadari bahwa sesuatu hal itu harus dipikirkan secara runut tolak titik permasalahannya.

pekerjaan robot semalam membuatku sadar bahwa keikhlasan pasti membawa jalan keluar. Pembicaraanku dengan mas hendra sering meyakinkan aku apakah aku salah atau benar. Mengapa karena aku tak dapat mengahakimi segala hal. boleh jadi baik menurut orang buruk bagiku. begitu pula jika orang menganggap sesuatu hal itu kurang baik baik menurutku. tergantung cara kita memandang segala hal.sering kali juga. memahami keadaan yang sering membuat orang terkadang lupa. hitam putih makna kehidupan jadi kabur. karena orang-orang telah mencampur adukkan fakta dan opini yang selama ini haruslah berbeda. aku harus membantu diri sendri dan tak harus menyalahkan siapapun karena jika aku terlalu lama mencari kesalahan. maka aku akan tak dapat kebenaran yang dapat.

contohnya ini aku membeli kalkulus tapi jarang mengerjakan tugasnya. OOHHH mengapa karena aku mungkin aku bodoh atau terlalu meyakinkan diri bahwa aku tak mampu mengerjakan tugas dengan benar. Tersadar dari itu selayaknya kita memahami apakah aku sudah benar dalam menghadapi keputus asaan diri sendiri.Biarlah berlalu semua cerita buruk yang baik biarlah jadi  pengobat buat diri kita sendiri. Melihat hal yang benar itu sangatlah di utamakan tetapi melihat hal yang salah itu juga lebih baik ketimbang tak melakukan sesuatu hal berarti yang dapat memperindah dunia.

No comments:

Post a Comment