Saturday, July 16, 2011

Lalui saja maka hari itu akan datang


Sadarlah aku, bahwa kemarin banyak buat kesalahan mengapa karena kemarin aku datang telat bantuin partner ngerjain robot sendiri, jadinya kaku sendiri. Belum lagi kalau buat sesuatu yang g kelar Tuhan ampuni dosa hambamu karena selalu lalai mengapa ada kata malas dalam kamusku. Padahal seharusnya aku harus bergerak maju berlari bagaikan cahaya kosmos ultraman yang selalu ku tonton di tv. Lanjut lagi pada blog ini kujadikan pajangan dan pijakan yang nantinya akan membuatku lebih berkembang. tak apalah kejadian hari ini telah membantu aku untuk lebih maju tanpa kusadari. Hayo tanamkan dalam hatimu rishal bahwa kau pasti bisa jadi profesor muda dibawah umur 30 tahun. Pastikan kesuksesan yang mengejarmu bukan kamu yang mengejar kesuksesan . Kenapa tanpa kusadari dan kupahami bahwa selama ini aku tak mengenal esensi kesuksesan yang sebenarnya. Belajar tanpa henti dan bekerja tanpa pamrih mungkin pribahasa yang ideal , bagi mereka yang mau bekerja untuk dunia akhirat. Selalu ada jalan buat berubah, salah kan diri sendiri jika ingin dianggap terkenal karena diri itu kalau udah terkenal pasti sulit untuk menemukan jati diri sendiri.
tak mengapa adanya hari ini bertemu teman baikku andriyas di Lab pada saat nyari mas hendra, mungkin mas Hendra marah karena aku datang telat kemarin. tapi apalah daya tangan sampai karena harus menemani adekku nyari sepeda jadi harus ngorbanin sesuatu hal. salah pilihan tidak bagiku yang ada salah mengambil sikap terhadap penilaian itu sendiri, ketika aku udah di Lab . Daripada pulang mending aku bantuin mas chuplis ngerjain sistem pintu otomatis di UKM ROBOTIKA. Setelah terpasang ternyata mas chupliz lupa masang sebuah perangkat penting pada ujung sensor alatnya. Kata mas chupliz daripada susah mending dibuat gampang aja. Senyum mas chupliz membuatku bersemangan di balik tampang mas chupliz yang menakutkan terdapat jiwa malaikat yang terkunkung. ooops sorry mas chupliz jika suatu saat nanti mas chupliz baca tulisan hati ku ini. Setelah selesai dari lab aku pulang untuk mencari mas Hendra di tempat mas Ar yang kuanggap sebagai engineer Mechatro bisa disebut juga (ME katro) jangan salah paham itu ucapan yang aku buat agar lebih lucu. ternyat mas hendra g ada jadi aku pulang ehhhh ternyata lagi kunci rumah g kubawa . Adekku dan om Yusuf lagi keluar makan pecel. Ahirnya kupilih pilihan yang pasti yaitu ngenet diwarnet dekat tempat PS2 . Walau niat pertama main PS2 ternyata udah penuh.
Yach udah kulanjutkan diseberang tempat warnet mentari. Yang aku bikin seneng di warnet ini bukan karena kecepatan koneksinya tetapi kecepatan juru tukang parkirnya yang selalu kecepatan keikhlasan hatinya mampu menembus galaksi hatiku yang paling gelap.... Dia selalu tersenyum walau kerjanya cuma memarkir motor para pengguna jasa internet yang banyak virusnya, soalnya kemarin habis nyolokin di salah satu komputer di warnet ini ehhhh, flashku malah kena virus.... asemmm. tapi g apa malah oke kan soalnya kita jadi lebih waspada virus dan waspada diri, lanjut ke tukang parkir. Ini yang kuanggap pilihan yang merupakan anugerah terindah Tuhan karena ketidak tahuan membuat kita berbuat lebih dari pada apa yang dapat kita kerjakan atau kita peroleh. lanjut ke sesi pulang kerumah setelah sms adekku bahwa dia udah dirumah. langsung tancap gas tak lupa membayar tukang parkirnya 500 perak itu menurutku harga yang kecil tapi bagi tukang parkir itu adalah hal yang sangat besar. Sadarkan aku tuhan untuk banyak bersyukur bahwa hidupini banyak yang harus di syukuri. sekecil apapun pemberianmu untuk dunia tak apa karena timbanga dan ukuran Tuhan itu berbeda tergantung dari ketakwaan kita dan keihlasan kita,

No comments:

Post a Comment