Saturday, November 13, 2010

Bencana untuk Belajar

Kapankah kita belajar dari bencana,  pernahkah kita berpikir bahwa bencana jangan hanya dilihat dari satu sudut pandang tetapi harus dari seluruh pandangan kita, betul kata bang ebiet kita harus telanjang kadang kala kata telanjang itu terdengar buruk buat kita karena mengandung makana porno tetapi buat sekarang kita harus menelanjangai kesombongan diri kita, pernahkah terbesit dalam pikiran ini bahwa tak semua korban bencana merasa nyaman seperti berada di rumah sendiri, kapankah kita berpikir untuk berbagi, Tuhan... Tuhan aku mau marah terhadap diri ini sendiri yang hanya mau mementingkan kepentingan perut berukuran 28 ini, tak memikirkan perut-perut kosong yang keroncongan,,,  berbunyi bak drum musikalisasi iringan kesedihan sepanjang zaman. ajari aku Tuhan untuk mencintai sesama tanpa memikirkan untuk apa nantinya buat diriku sendiri, aku ingin lepas dari kemelut kemalasan dan kebabalasan terhadap kebobrokan diri ini, aku tak mau menghina siapa-siapa karena itu artinya tak mengahargai hadiahmu untukku di saat kesepian

No comments:

Post a Comment